Diduga Pasar Tente Jadi Sarang Prostitusi

 

Kupasbima.com_BimaNTB. Beredarnya jumlah pekerja seks komersial (PSK) di daerah di Bima akhir-akhir ini semakin pesat. Itupun mengundang reaksi berbagai pihak, seperti halnya yang terjadi di sekitar wilayah Pasar Tente ada beberapa tempat yang diduga sebagai sarang prostitusi. "Benar, kami sudah buktikan sendiri di area Pasar Tente ada tempat prostitusi dan dijadikan sarang transaksi birahi," Ungkap salah satu sumber yang enggan diberitakan namanya pada media ini. Kamis (2/02/23) pagi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan media ini di lapangan bahwa, beredarnya informasi adanya tempat prostitusi di wilayah Pasar Tente akhirnya Kades Tente dan didampingi babinsa langsung bergerak cepat menggali dan mendatangi tempat yang diduga area prostitusi tersebut.

Usai didatangi, alhasil informasi yang didapatkan benar adanya dan langsung melakukan penggerebekan ditemukan pasangan mesum di area yang dicurigai itu.

"Jadi kita lakukan penindakan di tempat mesum tersebut, para wanita PSK langsung kami bubarkan dan suruh pulang ke kota masing-masing," kata bbainsa pada media ini.

Modus penginapan sekitar area Pasar Tente dirasa sangat mengganggu ketertiban umum. Apalagi warga sekitar juga resah dengan adanya aktivitas asusila yang dilakukan para PSK tersebut. Ini dikhawatirkan akan menular dengan tingkat kenalan remaja saat ini.

"Dari laporan masyarakat ini kedepan kita menegakkan produk hukum dengan pengawasan, pembinaan dan penindakan terhadap para PSK," ujar Kades.

Tidak hanya itu saja, dari alat bukti yang didapatkan pihak kami, tempat tersebut juga dianggap ada aktivitas kriminalnya dan aktivitas perempuan yang tidak sepatutnya bahkan bangunan liar banyak bermunculan.

"Aktivitas ini adanya kriminal, ada pula aktivitas perempuan perempuan yang menginap disana, dan dugaan jadi buat tempat asusila, ini memang tidak sesuai aturan," terang Kades.

Kedepan kami bukan hanya persoalan tempat asusila yang dikontrol, kami juga akan melakukan pengecekan perizinan yang dikantongi oleh pemilik bangunan area Pasar Tente.

"Saat ini, kita bubarkna dulu wanita-wanita pekerja seks sementara bangunan liar selanjutnya akan dilakukan pemanggilan pada pemilik, termasuk saksi dari masyarakat dan pemerintah pasar," Tegasnya.

Nanti jika bangunan liar ini masih ingin berdiri, terlebih dahulu harus ada pertemuan dan persetujuan dari masyarakat sekitar, tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat dan ketua RT juga pemerintah pasar.

"Jangan sampai nanti ada gangguan ketertiban umum kembali, tentu berdampak pada pelaku usaha di pasar Tente itu sendiri," Tutup dia. (KB 001*/Red).

Posting Komentar

0 Komentar