Dugaan Nakes PKM Lambitu Seperti Siluman, Ini Tanggapan Kepala PKM

 


BimaNTB_Kupasbima.com. Seperti yang di beritakan oleh salah satu media online Lintasrakyat NTB. sebelumnya bahwa PKM Lambitu diduga seperti tempat siluman. Menanggapi dugaan tersebut Kepala Puskesmas Lambitu H. Amir, SKM kepada kru media ini menyampaikan, berita dugaan puskemas seperti  tempat siluman itu tidak benar, pasalnya puskesmas lambitu ketika yang terkena musibah khusunya di lambitu tidak dirawat inap secara langsung di puskesmas lambitu.

"PKM Lambitu masih mengalami kekurangan fasilitas penunjang perawatan terutama sekali masalah air bersih," terang H. Amir. 

Kebanyakan pasien dari masyarakat lambitu secara umum dilarikan ke puskesmas terdekat lainnya. Saat dimintai tanggapannya, ini penjelasan Kepala Puskesmas Lambitu saat diwawancarai oleh kru media ini, Rabu (17/11/2021) pukul 08.30 Wita di kantornya. Puskesmas Lambitu sama juga dengan yang lain melayani masyarakat. 

"Untuk piket pagi sampai siang digunakan tenaga Nakes yang dari luar lambitu, sementara untuk sore dan malam hari piket dipercayakan bagi nakes yang berdomisili di lambitu," bebernya. 

Perlu juga diketahui oleh masyarakat secara umum atau publik bahwa kami juga punya kendala yang sangat fital sehingga kurang efektif atau tidak adanya petugas yang piket.

"PKM benar-benar tidak ada ketersediaan air bersih, sehingga kebanyakan petugas kami mencari alternatif ke rumah warga bahkan ke desa lain," keluh H. Amir. 

Sejak berdirinya bangunan yang berstandar nasional ini sampai sekarang puskesamas Lambitu tidak ada air, diseluruh area PKM dan kantor camat lambitu sama-sama tidak ada air, kami selalu berupaya untuk menghadirkan air di puskesmas ini. Sudah 3 kali kami berupaya menghadirkan air dengan cara pipanisasi untuk menghubungkan dari sumber air.

Sayangnya pipa tersebut selalu hilang tidak tahu dimakan binatang atau diambilmasyarakat. 

"Insya allah dengan kehadiran keapal dinas baru sekarang di usahakan 2022, Puskesmas akan maksimalkan ada air. Jika sudah ada air tentu tidak ada alasan lagi untuk tidak piket atau siap siaga di PKM". Janjinya.

Sambung H. Amir, dalam operasional puskesmas Lambitu setaip harinya tentu saja membutuhkan air bersih, paling tidak nakes butuh air buat BAB atau lainnya. Sehingga demi keperluan mereka biasanya mereka pulang kerumah atau numpang ke rumah warga.

Alternatif lain kalau dalam keadaan darurat, cara para nakes kami untuk mendapatkan air itu menggunakan jirgen yang diambil dari bak penampung masyarakat Desa Teta dan Desa Kuta. 

"Secara maksimal sudah kami upayakan perawatan seperti sekali dalam sebulan naik ke matar air suwaua bahkan upaya lain juga di tahun 2020 sudah direncanakan pengadaan mobil tengki, tapi dinas kesehatan tidak ada kode rekening untuk pengadaan mobil tengki tapi harus BPBD, akhirnya pengadaan mobil tenki itu tidak bisa dilakukan," ungkap H. Amir.

Guna menghadirkan air di Puskesmas ini, sekarang kami lagi intens berkomunikasi dengan camat Lambitu agar dapat mengambil air di bak petani dore rade.

"Sementara mau melakukan bor dalam menurut informasi dari hasil foto satelit detekai air sekitar area tersebut tidak memiliki aliran air dibawah tanah". Tutupnya. (KB 002/Haris)



Posting Komentar

0 Komentar